Passive income adalah pendapatan yang diperoleh secara teratur namun bukan dari hasil kita bekerja secara aktif. Ini berbeda dari pendapatan aktif yang diperoleh melalui pertukaran waktu dan usaha langsung, seperti gaji dari pekerjaan atau honorarium dari jasa yang diberikan.
Dalam banyak kasus, passive income memerlukan investasi awal, baik berupa uang, waktu, atau sumber daya lainnya, untuk memulai aliran pendapatan tersebut.
Contoh passive income termasuk pendapatan dari investasi saham, obligasi, properti sewa, royalti dari karya kreatif seperti buku atau lagu, dan bisnis yang dijalankan secara pasif dengan keterlibatan minimal dari pemiliknya.
Konsep passive income sering menjadi tujuan finansial bagi banyak orang karena dapat memberikan stabilitas finansial dan kebebasan waktu yang lebih besar daripada pendapatan aktif.
Prinsipnya adalah:
Punya Pengahasilan sisihkan untuk Investasi dan hasil dari Investasi investasikan lagi .
Ada
beberapa cara untuk mendapatkan passive income, dan pilihan terbaik akan
tergantung pada situasi finansial, pengetahuan, dan preferensi individu.
Berikut adalah beberapa cara umum untuk mendapatkan passive income:
Investasi di Pasar Keuangan: Ini meliputi investasi dalam saham,
obligasi, reksa dana. Pendapatan dapat
diperoleh dari dividen saham, bunga obligasi, atau apresiasi modal.
Properti Sewa: Investasi dalam properti seperti
apartemen, rumah, atau ruang komersial yang disewakan kepada penyewa.
Pendapatan datang dari uang sewa yang diterima setiap bulan.
Bisnis Online atau Bisnis
Berbasis Internet:
Memulai bisnis online seperti blog, toko online, atau memonetisasi saluran
YouTube. Pendapatan bisa datang dari iklan, afiliasi, penjualan produk, atau
layanan.
Royalti: Menciptakan karya intelektual seperti
buku, lagu, desain, atau karya seni yang bisa menghasilkan royalti dari
penjualan atau lisensi penggunaan.
Dividen dari Investasi: Investasi dalam perusahaan yang
membayar dividen kepada pemegang sahamnya secara berkala.
Peer-to-Peer Lending: Melalui platform peer-to-peer lending,
Anda dapat memberikan pinjaman kepada individu atau bisnis dengan imbal hasil
bunga.
Investasi dalam Reksa Dana
Pasif: Reksa dana
indeks atau dana indeks yang dikelola secara pasif bisa menjadi pilihan untuk
mendapatkan pendapatan pasif melalui apresiasi aset.
Lisensi atau Franchise: Memiliki lisensi atau membeli waralaba
yang menghasilkan royalti atau pendapatan berulang dari penjualan produk atau
jasa.
Reksa Dana Real Estate
Investment Trust (REIT):
Investasi dalam REIT memberikan akses ke investasi properti komersial tanpa
harus memiliki properti secara langsung.
Penyewaan Aset Fisik: Anda bisa menyewakan barang-barang
seperti mobil, peralatan, atau barang-barang lain kepada orang lain untuk
mendapatkan pendapatan pasif.
Memilih cara yang tepat untuk mendapatkan passive income tergantung pada tujuan keuangan, toleransi risiko, dan ketersediaan modal Anda. Sangat penting untuk melakukan penelitian yang cermat dan berkonsultasi dengan profesional keuangan sebelum membuat keputusan investasi.
Semoga bermanfaat***
.jpeg)
0 Comments:
Post a Comment